Gereja di dalam sejarah

By Harly Tambunan

PPR MRII KJ 29 October 2011

Mat 16:13-20

16  Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

17  Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

18  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

 

Efesus 2:19-20

19  Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

20  yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

 

Beberapa waktu lalu di dalam kelas pembahasan dasar prolegomena Alkitab, kita belajar kemarin kerangka seluruh kitab suci ada di dalam satu benang merah. Di dalam titik apa awalnya? CFRC: Creation, Fall, Redemption, Consumation. Titik awal sejarah di dalam penciptaan, lalu ditengah-tengah sejarah ada manusia jatuh masuk dalam dosa, lalu di dalam center sejarah, ada Kristus sebagai penebus dan di akhiri oleh Kristus yang akan datang kedua kalinya mengangkat semua kaum pilihan Tuhan, yang sudah mati dibangkitkan, yang masih hidup diganti dengan tubuh kemuliaan. Di dalam konteks inilah gereja berdiri. Kalau kita perhatikan seluruh kerangka kitab suci kalau kita baca kejadian sampai wahyu, yang unik adalah Tuhan memanggil gerejaNya bukan dari Perjanjian Baru saja. Tuhan memanggil gerejanya dari Perjanjian Lama. Gereja berarti orang yang dikeluarkan atau dipa
nggil keluar dari kegelapan menuju kepada terang. Orang yang berdosa dikeluarkan menjadi satu komunitas di dalam tubuh Kristus. Singkat cerita di dalam konteks ini kita mempelajari adalah gereja dipanggil, dimulai dari mana? Panggilan pertama orang berdosa keluar dari dosa menuju kepada terang yaitu kepada Adam dan hawa. Ketika Adam dan hawa jatuh ke dalam dosa maka respon pertama adam dan hawa adalah lari dari Tuhan, tapi “respon” pertama Tuhan. tanda petik respon, (seolah2 berespon) sebenarnya Allah dari ketetapan sudah menjadi satu kestabilan di dalam dirinya waktu manusia jatuh dalam dosa, Tuhan turun dan bertanya “Adam dimanakah kamu..” satu panggilan yang sebenarnya seringkali disadarkan di dalam hati kita “Saudara-saudara ku ingatkah engkau, ketika engkau jatuh ke dalam dosa hatimu seringkali digelisahkan. Panggilan itu ada kepadamu. sebenarnya itulah panggilan gereja Tuhan, dipanggil keluar dari dosa. Maka waktu Adam mengalami hal itu Adam berespon salah, malah dia melawan Tuhan dan mempersalahkan Tuhan akan kejatuhannya di dalam dosa. Maka di dalam seluruh proses sejarah muncullah keluarga, Adam dan Hawa menghasilkan dua anak yaitu Kain dan habel. Saat itu penduduk dunia masih sangat sedikit. Saat itu Habel mati, seperempat penduduk dunia mati. Maka Tuhan menggantikan posisi habel yang mencintai Tuhan dengan sekali lagi melahirkan dari Hawa yang bernama keturunan Set. Set datang lalu muncullah keturunan Set yaitu Henokh, dst sampai kepada jaman Nuh. Ketika jaman Nuh akhirnya Tuhan melihat dosa manusia semakin besar.  Maka Tuhan sekali lagi memanggil Nuh secara khusus. Panggilan pertama Allah kepada gereja bukan panggilan kepada bangsa, bukan panggilan kepada banyak orang tapi panggilan kepada pribadi. Pribadi yang dipanggil dipanggil Tuhan. Adam dipanggil Tuhan, lalu Kain tidak berespon, Adam tidak berespon, tapi Nuh berespon dan dia taat mendirikan bahtera. 40 hari hujan datang dan Nuh di dalam bahtera kira-kira 371 hari. Yang paling sulit kita pikirkan, bagaimana mengatur sistem perkandangannya supaya kamar itu stabil. Supaya binatang besar itu dimana dimana, di tempat paling bawah tidak muat karena kecil, bagaimana kestabilan yang dibawah dan segala macam. Semua itu diatur oleh Nuh begitu pintar. Nuh dipanggil Tuhan berespon tapi setelah itu terus lagi manusia jatuh dalam dosa.

 

Nuh jatuh dalam dosa dari keturunan apa? Nuh punya tiga anak: Sem, Ham, Yafet. Siapa yang jatuh dalam dosa? Bapak dari Kanaan, siapa itu? Dia adalah Ham (Kej 9:24) “Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya. berkatalah ia: “Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya.” Apa yang dilakukan Ham? Sebenarnya bukan hanya melihat, di dalam konteks bahasa aslinya Ham birahi kepada papanya yang mabuk telanjang itu. Jadi di dalam konteks itu ada satu tafsiran yang mengatakan bahwa Ham punya secara konsep seks itu rusak. Dia menyukai sesama jenis, sama papanya dia birahi. Karena di dalam konteks waktu dia cerita kepada dua saudaranya, seperti satu ekspresi kesenangan waktu melihat papanya telanjang. Tapi yang dua lagi tidak berani memandang aurat papanya, dia langsung tutupi, artinya apa, mereka menyadari satu kekudusan. Seharusnya sesama laki-laki tidak usah pakai tutup mata, tetapi dikatakan mereka membelakangi, mereka tidak mau lihat. Itu menyatakan satu simbol kekudusan berapa rusaknya pada saat itu Ham. Tapi yang menjadi heran adalah “Sem, Ham, Yafet” anak paling kecil siapa? Ham karena tadi dibilang anak bungsu. Yang paling bungsu= Ham, yang paling tua Sem atau Yafet? Sem. Lalu mengapa Yafet diletakkan di bawah Sem (Sem, Ham, Yafet)? Secara tradisi orang Yahudi, mereka mengurutkan anaknya dari paling tua sampai paling muda. Berarti seharusnya Sem, Yafet, Ham, tapi ini Sem, Ham, Yafet. Yafet anak tengah. Yang paling tua: Sem, Yafet, Ham. Tapi disini pembalikkan Sem, Ham, Yafet. Sedang mau menunjukkan garis gereja ada kaum pilihan Allah. Ada kaum yang dibuang oleh Allah karena melawan Allah melakukan hidup di dalam dosa. Mengapa Tuhan harus menyatakan kutukan itu melalui Nuh. Karena Tuhan sudah berencana kepada Nuh pada saat itu, “Aku melihat dosa manusia semakin berat, maka anak-anak Nuh pasti tahu berapa dosanya manusia. Tapi selepas keluar dari bahtera, dia sadar bahwa anugrah itu men-sustain dia untuk selamat. Dia langsung berpikir untuk melakukan dosa maka kutukan itu tak bisa dihindari, Nuh harus mengkutuk Ham, Bapa daripada Kanaan itu. Dan di dalam seluruh tarikan sejarah inilah nanti ketika Tuhan memanggil pribadi. Ketika Tuhan memanggil keluarga Nuh, lalu nanti Tuhan memanggil keluarga Abraham sampai kepada Abraham Tuhan berkata apa, “Aku akan menjadikan engkau Bapa dari segala bangsa” Nah disinilah janji awal Tuhan bahwa gereja yang dipanggil Tuhan  bukanlah pribadi. Gereja yang dipanggil Tuhan bukan lagi keluarga tetapi gereja yang dipanggil Tuhan nanti adalah bangsa. Bapa dari segala bangsa berarti bukan dari satu bangsa tapi Israel gagal mengerti Firman Tuhan. Di dalam konteks itu jamak, bukan dari bapa dari satu bangsa tapi bapa dari segala bangsa, Maka umat pilihan Tuhan, gereja Tuhan, kaum pilihan Tuhan adalah bangsa-bangsa, bukan satu bangsa. Tapi sayang apa yang terjadi pada bangsa Israel. Mereka berkata, ”Kamilah bangsa pilihan Tuhan, yang lain kafir” Manusia dianggap seperti itu, inilah rusaknya Israel tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan. Tapi waktu Abraham dipanggil, Ia dipanggil menjadi satu bangsa keluar dari Ur kasdim. Singkat cerita waktu Abraham dipanggil, Abraham sudah dikatakan bahwa aku akan membiarkan keturunanmu itu akan mengalami satu penganiayaan selama 400 tahun di Mesir. Setelah keluar dari Mesir, lanjutlah panggilan Allah kepada satu bangsa.

 

Dari satu pribadi, menjadi satu keluarga, menjadi satu bangsa. Diatas pimpinan Musa, Tuhan memanggil Israel. Sayang, Israel lupa bahwa janji itu progress. Dari satu pribadi, satu keluarga, satu bangsa nanti ujungnya menjadi seluruh bangsa karena kepada Abraham sudah dinyatakan itu. Tapi mereka tidak ingat itu, mereka hanya ingat mereka yang dibebaskan sehingga GR sendiri merasa diri yang paling dipilih Tuhan sehingga orang lain tidak dipilih Tuhan. Maka waktu Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, disinilah janji Tuhan kepada Nuh untuk Ham, “Terkutuklah Ham”. Maka seluruh bangsa kanaan akan menjadi budak dari seluruh bangsa. Maksudnya apa? Ham dan Kanaan harus dimusnahkan karena dosa-dosanya. Maka Tuhan membiarkan bangsa itu sampai 400 tahun. Kanaan menjadi tanah yang begitu subur, bahkan orang menjadi begitu menikmati dosa disitu. Sampai waktunya tiba, orang-orang yang melawan Tuhan pasti binasa. Gereja Tuhan dipanggil bukan hanya untuk membawa damai, tapi gereja Tuhan dipanggil untuk menyatakan kebenaran Tuhan. Poin ini benar.  Saudara-saduara ingatlah akan poin ini tapi jangan disalahmengertikan: engkau bukan dipanggil untuk berdamai dengan siapa saja. Gereja tidak dipanggil untuk berdamai dengan semua orang tapi gereja dipanggil untuk menyatakan kebenaran Firman Tuhan. Waktu kita menyatakan kebenaran Firman Tuhan, tidak tentu semua orang bisa terima. Banyak orang yang akan menolak kebenaran. Maka apa yang disebut gereja sebagai pembawa damai? Pembawa damai jangan diartikan damai disini adalah kita bersatu dengan semua orang, tapi damai di dalam konteks firman Tuhan bahwa kita dipanggil untuk membawa berita Injil karena memperdamaikan manusia berdosa kembali kepada Kristus. Inilah damai yang sesungguhnya bukan damai silahturahmi satu sama lain. Bukan berarti kita menolak silahturahmi, persatuan antar agama, bukan berarti kita menolak orang-orang yang tidak mengenal Tuhan (non Kristen). Bukan. Tapi di dalam konteks ini kita punya satu panggilan untuk harus memberitakan Injil kepada lingkungan di sekitar kita.

 

Apa hubungannya nanti dengan Luther di dalam jaman ini. Nanti kita akan lihat kaitannya kepada berita Injil, kepada Kristus sebagai fondasi. Setelah Kanaan dihancurkan oleh Israel, apa yang terjadi? Israel kompromi. Israel mau berdamai dengan bangsa itu. Tuhan sudah bilang hancurkan karena dosa mereka terlalu amat sangat jahat. Tapi Israel tidak menghancurkan semuanya akhirnya terjadilah pencampuran disitu Israel memulai tidak setia. Yang tadinya menerima Allah di dalam Kristus yang utuh itu (karena di dalam Kitab Ibrani dikatakan Musa percaya kepada Kristus). Jadi dalam PL sudah dinyatakan tentang Kristus karena di dalam Matius 16 dikatakan, gereja dibangun diatas batu karang yaitu di atas dasar Kristus, di atas dasar pengakuan Petrus karena ketika Tuhan berkata kepada Petrus, “Siapakah Aku…” Petrus menjawab, ”Engkaulah anak Allah itu” Maka Tuhan mengkonfirmasi “Di atas batu karang inilah” Orang salah lagi mengintepretasikan ayat ini. Katholik menganggap di atas batu karang berarti diatas Petrus gereja didirikan. Maka Paus Paulus yang pertama yaitu Petrus lalu diturunkan kepada selanjutnya. Mereka salah mengartikan kalimat itu. Sebenarnya Yesus merujuk di atas batu karang bukan di atas batu karang petrus tapi di atas pengakuan Petrus lah gereja didirikan. Apa pengakuan Petrus yaitu Kristus. Maka apakah dasar dari gereja. Kitab Efesus pasal dua sudah menjawab tadi bahwa Yesus Kristus sebagai batu penjuru. Pak Tong pernah jelaskan ini di dalam Spik yang lama dulu, bahwa dasar dari gereja yang paling bawah adalah Kristus. Di atas dasar Kristus maka diletakkanlah pengakuan para rasul dan para nabi. Maka kalau digambarkan, gereja fondasi paling bawahnya adalah Kristus, diatasnya ada PB dan PL, lalu diatasnya lagi gereja berdiri. (Gereja bukan bangunan tetapi kita).

 

Apakah fondasi iman kita?  Kristus. Yang menjadi landasan iman kita adalah Firman Tuhan di dalam PL dan PB. Tapi uniknya di dalam kitab Efesus kita melihat bahwa dasar kita adalah para rasul dan para nabi. Bukan di atas dasar para nabi dan para rasul. Ini kalimat tidak sembarangan. Mengapa dikatakan di atas pengajaran para rasul baru dikatakan pengajaran para nabi? Karena seluruh Perjanjian lama bisa dimengerti di dalam terang Perjanjian baru. Seluruh perjanjian lama adalah janji kedatangan Kristus dan seluruh PB adalah penggenapan kedatangan Kristus. Seluruh PL kejadian sampai Maleakhi menggambarkan janji keselamatan kepada gereja Tuhan bahwa akan datang juru selamat. Panggilan kepada Abraham, panggilan kepada Nuh, kepada Israel adalah panggilan keselamatan bahwa Kristus akan memanggil umatNya, Kristus menyelamatkan umatNya dalam satu dasar yang teguh yaitu Yesus Kristus. Maka panggilan di dalam PL adalah panggilan dari Kristus. Seluruh penggenapan PL itu digenapi nanti waktu Kristus datang waktu pertama kali, Kristus harus datang mati untuk disalibkan. Inilah dasar gereja. Lalu seluruh perjalanan sejarah Israel sampai kepada jaman para nabi, lalu Musa. Setelah Musa, Israel langsung masuk ke tanah kanaan dipimpin oleh Yosua. Setelah dipimpin oleh Yosua, Israel selesai menaklukkan seluruh Kanaan, maka Israel mulai menyimpang. Tuhan sekali lagi menegur Israel, Yosua berkata “kalaupun engkau menyembah kepada dewa-dewa lain, aku dan seisi keluargaku” Atau aku sebagai gereja Tuhan, hanya akan menyembah satu Tuhan. Tuhan yang dinyatakan oleh Musa. Dalam akhir kitab Yosua, Yosua harus menyatakan di hari tuanya tapi Israel tidak dengar. Israel jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala, mulai sembah-sembah dewa baal. Mengapa Israel waktu di padang pasir sembah banteng, patung lembu emas, sedangkan di Kanaan sembah baal. Waktu di padang pasir sembah banteng karena berpikir bahwa Tuhan yang menyelamatkan mereka, Yahwe itu adalah dewa perang yang mengalahkan dewa2 Mesir, tapi setelah masuk Kanaan lalu mereka hidup disitu, mereka tidak butuh dewa perang karena tidak perang lagi. Perlu dewa tanah, dewa kesuburan yang akan memberkati seluruh usaha mereka karena pikir Yahwe itu dewa perang tidak bisa memberkati Kanaan, maka mereka menyembah Baal, dewa kesuburan, mereka jatuh dalam dosa. Akhirnya Tuhan mendirikan hukuman kepada Israel lalu memunculkan para hakim. Setelah para hakim muncul, lalu mereka berteriak minta raja. Akhirnya raja diberikan sampai dengan raja daud. Daud kembali menegakkan gereja dimana bait Allah didirikan. Daud sebagai orang yang mengerti isi hati Tuhan berkata, “Masakan rumahku begitu indah tetapi Tuhan tinggal di tenda?” Sebenarnya dia tahu Tuhan tidak di tenda, tapi dia tahu dasar seluruh rumah Tuhan ada di center kota yaitu Yerusalem. Maka Daud berkata harus diidirikan bait Allah, maka Salomo dipakai Tuhan untuk mendirikan bait Allah. Waktu bait Allah sudah muncul apa yang terjadi setelah jaman Salomo, mereka sekali lagi beralih setia, maka Tuhan murka, Israel pecah: Israel utara, Israel selatan. Akhirnya setelah Israel utara dan Israel selatan pergi, Israel tetap saja bebal maka Asyur harus menghancurkan Israel. Babel harus menghancurkan Israel. Israel sekali lagi hancur dibuang ke dalam pembuangan. Ini sejarah yang panjang yang akhirnya harus kita kan kondens.  

 

Waktu Israel dibuang ke pembuangan, akhirnya Israel sadar “Oh Tuhan kami gereja yang lari” maka Tuhan sekali lagi memberi belas kasih, dihimpunkan kembali pulang ke Yerusalem. Waktu setelah pembuangan itu selesai 70 tahun akhirnya Israel kembali dari masa pembuangan. Disitulah titik dimana Israel bertobat, tidak lagi mau menyembah Allah lain hanya mau menyembah kepada Yahwe. Tapi sayang mereka mendefinisi ulang siapa gereja Tuhan. Mereka tidak mau kembali kepada Taurat Musa, mereka tidak mau menggali tetapi mereka mengukir sendiri Taurat Musa. Dalam konteks apa? Mereka membuat Taurat baru, 10 hukum dirancang menjadi hukum yang tidak karu-karuan sampai 600 hukum. Lalu mereka harus taat segala macam. Sampai sekarang ada orang-orang Yahudi yang sedemikian taat seperti itu. Di dalam konteks orang muda yang kaya datang kepada Kristus, itu adalah konteks orang muda yang begitu suci datang kepada Tuhan, Kristus mengatakan “hanya satu yang kurang darimu”.Tuhan tidak menyelesaikan masalah vertical antara ia dan Tuhan. Tuhan menyelesaikan di dalam konteks horizontal, baru setelah itu menyelesaikan konsep vertical. Maksudnya apa. Waktu Tuhan Yesus bilang kepada si muda, “Jual seluruh hartamu, bagikan kepada orang miskin”, konsep horizontal-relasi antar sesama. “Dan ikutlah Aku”, baru vertical. Dia berbalik dan sedih karena banyaklah hartanya. Siapa Tuhan di dalam hidupnya? Tuhannya adalah rancangan pikirannya. Ia berpikir dengan seluruh ketaatannya terhadap Taurat yang disusun oleh para imam, maka dia pasti masuk sorga. Maka Tuhan bilang “terlalu sukar orang kaya masuk surga” Dalam konteks itu kaya apa. Apa yang menjadi Tuhanmu, hartamu kah atau Tuhankah?  

 

Waktu di dalam konteks Israel kembali dari pembuangan, mereka setia kepada Yahwe lalu yang terjadi adalah apa. Mereka lupa bahwa seluruh Perjanjian Lama adalah janji akan penantian Mesias yang akan datang. Maka mereka terus menantikan Mesias, tapi mendefinisi ulang Mesias. Yesaya sudah mencatat siapa Mesias yang akan datang, menggenapi seluruh panggilan Tuhan atas gereja Tuhan tapi Israel tidak mau mengerti. Mereka berpikir Mesias yang datang adalah Mesias seperti Daud sebagai raja. Dia akan datang sebagai raja yang akan mengalahkan kerajaan Roma yang pada saat itu menjajah Israel. Maka Mesias yang datang harus sakti. Tapi Yesus datang dalam segala kesederhanaan, dalam segala kemiskinan untuk menjadi anak tukang kayu. Seluruh hidup Yesus adalah hidup yang sangat mengenaskan. Lahir pinjam kandang domba, mati di salib lalu pinjam kuburan. Tidak ada milik pribadiNya. Bukankah Ia yang mencipta segala sesuatu, pemilik empunya segala sesuatu? Mengapa datang ke dunia dan pinjam? kapan-kapan kita bahas itu, kita lanjut kesini. Tujuan Kristus datang untuk memanggil gerejanya. Ketika gereja dipanggil Tuhan, Kristus sebagai titik tengah centre sejarah poin. Kristus harus me-reedem seluruh gerejaNya, Kristus harus menyelamatkan umat pilihanNya. Maka diatas dasar inilah seluruh ajaran para rasul berdiri. Maka itulah yang dinyatakan oleh Alkitab, gereja berdiri di atas dasar Kristus, di atas pengertian Perjanjian Baru dan di atas pengertian Perjanjian Lama. PB memberikan pengertian akan janji PL bahwa seluruh PL bicara tentang Kristus. Satu benang merah sejarah yang Tuhan sudah nyatakan, dasar iman kita ada di dalam Kristus, dasar gereja didirikan ada di dalam Perjanjian Baru dan Perjanjian lama. Maka waktu itu terjadi, muncullah pernyataan yang kita sudah pelajari. PL sudah di kanon 200 tahun sebelum Yesus datang dari  Kejadian sampai Maleakhi. Tapi waktu itu di kanon ada kitab-kitab lain diluar kitab ini, contoh seperti Kitab Henokh, dll. Setelah itu ada 14 lagi yang di dalam katholik yaitu deuterokanonika. Pengkanoniasasian itu terjadi di konsili Hipo oleh bapa-bapa gereja di abad-abad awal, kira-kira tahun 400an. Setelah konsili Hipo muncul konsili Kartago. Konsili hipo yang pertama hanya mengakui kejadian-wahyu adalah Firman Tuhan, tidak ada yang lain. Tapi di dalam konsili kartago yang kedua, mereka menambahkan, menerima bahwa Alkitab bukan hanya kejadian-wahyu, tapi ada 14 kitab tadi. Maka 14 kitab tadi disisipkan, maka Katolik berdiri di atas pengakuan itu. Seluruh perjalanan sejarah ketika ALkitab tuntas melalui para rasul yang telah mengkonden lalu bapa gereja yang telah mendoakan, meminta pimpinan Tuhan untuk mengkanonisasi Alkitab maka Alkitab menjadi satu dasar gereja berjalan sepanjang sejarah. Mulai dari abad ke empat, terus gereja dipimpin di dalam satu gereja yang utuh yang disebut Katholik. Katholik berarti adalah orang-orang yang dikuduskan, dipimpin, disatukan, itulah gereja. Maka sampai pada abad ke 16, gereja hanya ada satu yaitu gereja Katholik. Tapi di dalam perjalanan sejarah akhirnya katholik semakin menyimpang dan bergeser dari dasar panggilan yang pertama yaitu menegakkan Firman Tuhan sebagai fondasi hidup. Apa yang terjadi, di dalam konteks sejarah itu, abad itu disebutlah abad kegelapan (mulai dari abad 5-abad 12), the dark ages. Karena apa? Karena jemaat tidak lagi mengenal Alkitab. Jaman itu dipandang sebagai jaman kegelapan karena banyak orang di dalam jaman bar-bar dari jaman eropa yang sudah mengalahkan Roma. Roma saat itu menjadi negara terbesar (pada jaman para rasul) tapi roma hancur karena ada penjajahan dari bangsa Viking, orang yang bar-bar itu. Roma yang begitu pandai perang dan begitu strategis dikalahkan oleh bangsa Viking yang bar-bar itu. Mereka bukan memakai senjata pedang, apa yang di sampingnya menjadi senjata, bisa mengalahkan kerajaan roma yang begitu hebat perang. Waktu itu hancur, mulai mistisisme masuk ke tengah-tengah jaman, itulah yang disebut Genostesisme dan segala macam. Itu merasuki gereja. Munculnya itu sudah di antisipasi oleh Alkitab yaitu dengan cara apa. Wahyu ada, Kitab Paulus ada mengcounter seluruh ajaran sesat. Maka Alkitab sudah final sebenarnya. Singkat cerita di dalam jaman kegelapan, Roma Katholik kompromi di dalam seluruh kebenaran. Mereka tidak lagi menegakkan Alkitab sebagai dasar utama. Maka mengapa harus ada reformasi? Ketika Tuhan memimpin seluruh sejarah, ketika Tuhan membiarkan gereja terus berjalan dan tidak mau kembali taat, maka Tuhan harus memanggil satu orang untuk meneriakkan kembali apa yang disebut gereja. Sebenarnya dari manakah reformasi muncul? Kita sadar memang Luther lah yang menegakkan reformasi, tapi dari mana iman Luther untuk mengkembalikan Alkitab sebagai dasar gereja muncul? Luther membaca buku-buku. Buku yang pertama kali dibacanya adalah buku dari seorang yang bernama John Huss. John Huss sudah hidup kira-kira kurang lebih seratus tahun sebelum Luther. Tapi John Huss buku-bukunya tidak mau dipandang karena dia banyak sekali menegur kesalahan-kesalahan Roma. Tapi dia tidak begitu terkenal. Bukunya tersimpan, tidak dibuang sama orang Roma. Waktu Luther turun membaca di tempat perpustakaannya,  dia mulai heran temukan buku ini. alu apa yang membuat Luther kembali bergumul? Dia kembali kepada buku dasar iman Kristen yang didirikan oleh bapa gereja Agustinus. Agustinus memiliki satu buku, confession. Satu buku yang menuliskan emosinya mengenai pengenalan akan Allah. Agustinus menegakkan dasar gereja di dalam konteks yang benar tentang Allah tritunggal, maka seluruh rahasia kebenaran firman Tuhan ditegakkan oleh Agustinus. Lutherpun mulai bingung ketika melihat seluruh kebenaran firman Tuhan dan melihat seluruh realita di dalam gereja. Apa yang diteriakkan Luther pada saat itu? Luther berteriak tidak menerima keadaan gereja yang menyimpang. Saat itu gereja menyimpang mungkin kita sudah pernah dengar gereja mendengar yang namanya surat indulgensi yaitu surat penghapusan dosa. “Ohh kamu konseling sama saya, saya ukur-ukur oke dosamu segini. setelah diuangkan, inilah besar dosamu, kau bayar, dosamu dihapus” Itu surat dosa. Mereka kutip dari konsep budak. Dulu engkau budak, kau sudah lunas dibeli, maka engkau tidak lagi budak karena sudah lunas dibeli. Mereka memakai konsep itu untuk membodohi seluruh jemaat. Yang namanya jemaat mau saja karena pada jaman itu Alkitab hanya bisa dibaca oleh biarawan. Jemaat tidak punya Alkitab karena saat itu belum ada mesin cetak. Tulis Alkitab masih tulis pakai apa, pakai tangan. Siapa yang menulis? biarawan. Dan tulisannya hanya ada di dalam tulisan Ibrani, Yunani dan latin, tidak ada bahasa lain. Jemaat tidak tahu. Yang bisa bahasa latin hanya scholer yaitu para biarawan, para orang yang sekolah. Jadi jemaat tidak tahu yang namanya Alkitab. Jemaat tahu Alkitab dari apa yang dikatakan di mimbar. Mimbar bilang apa, mereka percaya itu Alkitab. Maka pembodohan terjadi luar biasa. Mengapa di dalam konteks itu Roma Katholik harus menjual surat pengampunan dosa? Itu untuk membangun gereja vatikan yang membutuhkan uang yang begitu besar. Maka satu orang pastor yang begitu pintar sebenarnya, tapi luar biasa kepintarannya dipakai untuk memikirkan dosa seperti itu. “Kita mau bangun gereja itu? oh gampang.. bikin surat dosa, semua orang beli. Itulah yang membuat gereja yang begitu mewah itu”. Tapi Luther berteriak “tidak bisa. Gereja harus kembali kepada dasar” Maka dia menegakkan 95 teguran kesalahan di dalam seluruh konsep Roma: surat dosa, pengakuan kepada bunda Maria, dst. Seluruhnya itu ditegur oleh Luther yang meneriakkan kembali kepada dasar gereja. Itulah momen dimana kita memperingati hari reformasi. Hari itu menjadi hari yang biasa bagi kita pada saat ini karena kita tidak merasakan bagaimana perjuangan pada saat itu. Tapi kalau kita kembali flashback, jika tidak ada hari reformasi maka kita tidak akan memegang Alkitab ini karena Luther meneriakkan Alkitab adalah wahyu yang diberikan Allah, bukan kepada biarawan tapi Alkitab adalah wahyu yang diberikan Allah kepada jemaat Tuhan. Dimana dia mengerti akan hal itu. waktu dia membaca surat-surat Paulus, Paulus selalu bilang “Bacakan ini kepada jemaat.” Berarti seluruh konteks Alkitab harus diketahui oleh jemaat. Maka tujuan Luther bukan hanya mereformasi di dalam menegur surat dosa itu, tapi tujuannya adalah mengkoreksi seluruh ajaran salah di dalam katholik. Mula pertama Luther meneriakkan hal itu, Luther bukan berpikir untuk membangun gereja baru. Luther adalah seorang biarawan yang mau gereja dipulihkan kembali karena Luther tidak mau gereja baru. Maka waktu calvin muncul, ada sedikit pertentangan, Luther bilang “Calvin itu dari setan karena Calvin mau mendirikan yang baru”. Ternyata reformator kita juga bentur. Namun di dalam konteks itupun Calvin berkata, “sebagaimanapun Luther berkata tentang aku, ia adalah bapa rohaniku”. Orang yang sedemikian di judge tapi punya hati. Kita bisa tidak seperti itu ada orang maki kita, kita tetap bilang “Dia adalah saudaraku”. Waktu itu terjadi Luther meneriakkan tiga poin utama yang menjadi pilar gereja pada saat itu: Sola scriptura, Sola Fide, Sola Gracia. Sola fide, hanya karena iman. Sola scriptura, hanya berdasarkan firman Tuhan. Sola Gracia, dia melihat bahwa di dalam seluruh kitab Roma dan Efesus, dia melihat seluruh keselamatan hanya anugrah. Bahkan Luther mengatakan “Intisari seluruh ALkitab ada di dalam kitab Roma. Hendaklah engkau bukan hanya membacanya sekali tetapi menjadikan catatan hidupmu setiap hari”. Maka Luther setiap hari harus membaca kitab Roma. Itu Kitab yang agak sulit tapi seluruh dasar teologi kita dibangun dari kitab itu.

 

Singkat cerita waktu Luther menegakkan hal ini. Luther menjadi seorang yang menghancurkan tembok-tembok yang merusak Gereja. Maka di dalam konteksnya, teolog-teolog mengatakan Luther sebagai seorang deconstructor, mendekontruksi Gereja. Deconstruksi berarti apa? Menghancurkan seluruh tiang-tiang yang salah. Calvin dikatakan sebagai reconstructor yang merekonstruksi Gereja, membangun kembali. Luther menghancurkan, Calvin membangun. Luther menghacurkan seluruh ajaran yang salah di dalam Gereja, Calvin mendirikan ajaran yang benar, kembali kepada Alkitab, back to the Bible. Itulah yang disebut dengan Reform. “Re” kembali, “Form” berarti kembali kepada format awal, dasar awal, yaitu apa? Alkitab. Maka berdirilah yang namanya gerakan Protestan. Apa arti Protestan? Protes? Pokonya protest? No. Protestan dasar dari Pro-testimony, Pro-testament, kembali kepada perjanjian awal, kembali kepada testimony, kesaksian awal. Artinya gerakan reformasi. Gerakan Protestan adalah gerakan yang mau kembali kepada kebenaran Alkitab. Di dalam konteks itu, memang benar saat itu Luther harus protes terhadap seluruh ajaran Gereja yang menyimpang.  Namun Tuhan memlihara Gereja-Nya dengan cara memunculkan orang-orang untuk membangkitkan kembali Gereja. Terjadinya reformasi menjadi dasar kebangunan seluruh jaman. Di saat reformasi itu, Luther mulai menyusun kembali Alkitab untuk jemaat bisa baca. Pertama kali Alkitab diartikan atau di translate ke bahasa non bahasa asli adalah bahasa jerman oleh Luther. Sampai sekarang sejarah di dalam konteks eropa mengakui, tafsiran konteks bahasa asli kepada bahasa jerman yang paling akurat sampai sekarang adalah tulisan Luther. Bahkan untuk menyelediki akar sejarah bahasa jerman, harus liat kepada Alkitab yang ditulis oleh Luther, karena banyak bahasa-bahasa jerman yang mulai kabur, harus dilihat kembali kepada Alkitab, akar katanya apa. Dilihat Alkitab, bukan dilihat dari kamus. Karena apa? Luther dipercaya menjadi seorang yang begitu pintar dalam bahasa, karena susunan tata struktur bahasanya begitu indah disusunnya. Dari zaman itu, munculah yang namanya percetakan. Sejarah percetakan tidak lari dari sejarah Alkitab. Mengapa muncul percetakan, sampai sekarang menjadi mesin foto kopi yang begitu gampang, keluar begitu cepat, begitu mati-matian orang mencetak mesin cetak hanya untuk Alkitab ada dan Tuhan pakai. Maka waktu itu terjadi seluruh kebangunan terjadi di dalam jerman. Gereja Tuhan kembali dibangunkan untuk kembali kepada dasar awal Gereja, yaitu Alkitab, di dalam pengajaran para rasul, dan di dalam pengajaran para nabi yang didasari oleh Kristus sebagai batu penjuru. Inilah momen reformasi yang kita kenang, inilah menjadi dasar kita menjadi pemuda untuk memikirkan kembali, berapa besarnya anugrah Tuhan pada kita jaman ini, melalui titik pada jaman abad itu. Pada tahun 1500 itu, abad 16 itu Gereja harus dibangunkan melalui seorang yang menyatakan diri mau setia ikut Tuhan. Apakah resikonya waktu Luther melakukan itu? Apakah resikonya waktu Calvin melakukan itu? Resikonya, mereka dikeluarkan dari Gereja. Resikonya pada saat  itu orang memiliki suatu konsep, orang yang didiplin tidak diberkati di dalam Gereja, maka orang itu pasti binasa. Maka pemerintahan tertinggi bukan raja pada saat itu. Memang raja memerintah negara, tapi raja akan takluk kepada pastur, karena pastur yang akan memberkati raja. Kalau gereja sudah tidak lagi memberkati kerajaan, maka kerajaan itu akan menjadi kerajaan yang hancur. Mereka mengambil konsep itu dari konsep perjanjian lama, di mana para raja seperti Saul dan segala macam dibuang Tuhan, maka kerajaan sangat takut akan hal itu. Itu menjadi senjata roma Katolik, tapi Luther mereformasi dengan menyatakan bahwa orang-orang yang dibuang Tuhan adalah orang yang tidak mau kembali kepada Firman. Maka masa Luther adalah masa terjadi satu kebangunan. Kebangunan apa saja? Pertama, jemaat mulai tau apa itu Alkitab. Kedua, jemaat bisa beribadah. Jaman dulu orang beribadah itu, jemaat datang, setelah datang duduk, lalu dengar nanti ada pujian dari depan, ada koor nya khusus, setelah itu jemaat berespon hanya berkata ”Amin”, baru kotbah, teguran Firman Tuhan, lalu mereka bilang “Amin” baru pulang. Jadi mereka tidak bernyanyi, mereka tidak berdoa, mereka hanya dipimpin dari depan berdoa, karena tidak boleh langsung, karena pakai konsep imam di depan, lalu mereka dengar Firman Tuhan yang mereka tidak tau sama sekali, hanya dibacakan di dalam bahasa latin baru dikotbahkan. Mereka tidak tau apa itu lalu mereka pulang. Tapi Luther mereformasi, seluruh musik klasik yang diberikan kepada kerajaan, ditarik  menjadi lagu-lagu yang harus dinyanyikan kepada jemaat. Maka jemaat di dalam konsep Luther bisa bernyanyi. Bayangkan kalau dulu tidak ada reformasi, mungkin gereja sampai sekarang menjadi gereja yang monoton. Kita datang diam, pulang, besok lagi diam, pulang, gak ada kebangunan di dalam hati, tidak ada kesukaan menikmati Allah. Tapi Luther Tuhan panggil. Luther pikir, “Bukankah jemaat mula-mula bernyanyi?” Di dalam konteks orang-orang yang bertobat pada jaman itu, mereka beribadah bersama-sama, berdoa bersama-sama. Berarti ibadah adalah komunitas, bukan milik yang di depan sehingga yang disini hanya menjadi penonton. Tidak. Luther mereferomasi, mengkoreksi seluruh ajaran Gereja dan mengatakan jemaat harus bernyanyi. Maka nyanyian yang indah lahir dari reformator seperti Luther. Maka orang-orang petobat seperti Bach, Handle itu bertobat dari mana? Gereja Lutheran. Papanya adalah pengikut Luther.  Mereka lahir menciptakan lagu-lagu yang begitu indah. Bach menciptakan begitu banyak lagu yang begitu indah tentang karya Kristus mati dikayu salib. Handle menyatakan dengan mesias dari mulai kelahiran sampai kematian, serta kebangkitan Kristus dengan begitu luar biasa sekali.

 

Setelah gereja direformasi, gereja mendirikan suatu prinsip di dalam reform, “Sempre Reformata”. Artinya gereja yang sejati adalah gereja yang terus mengkoreksi diri. Gereja yang sejati adalah gereja yang terus mereformasi diri. Gereja yang benar adalah Gereja yang terus mau kembali kepada Alkitab untuk mengkoreksi diri. Maka siapa yang disebut gereja reform? Calvin meneruskan pengajaran Luther bahkan mengembangkannya, mengkoreksi ada hal hal yang salah dari Luther. Luther masih ada kesalahan? Masih. Karena dia masih teradopsi dengan ajaran biara. Karena dia dari biara. Maka Calvin yang seorang ahli hukum yang mengerti tata bahasa kembali ulang pikir kalimat-kalimat Agustinus, lalu kembali ulang pikir Firman Tuhan, lalu pikir ulang buku dari seorang yang tidak begitu terkenal di dalam reformasi yaitu Busher, Dia gurunya Calvin. Seluruh pengajaran Calvin adalah pengajaran dari Busher yang dibahasakan begitu rendah. Buku Busher adalah buku yang terlalu sulit dimengerti, hanyascholar-scholar yang mengerti. Lalu Calvin mulai membahasakan kembali buku Busher untuk bisa dimengerti orang banyak. Maka Calvin mereading kembali, menjelaskan kembali apa yang Firman Tuhan. Dia mengerti menegakkan teologi reform sebagai dasar. Maka dijenewa itu terjadi reformasi yang dimulai oleh bapak reformator, Luther. Dan diteruskan mendirikan pengajaran yang rekonstruksi disusun ulang oleh Calvin. Memang banyak tokoh lain seperti Zwing li dll. Tapi dua tiang ini, dua pilar utama sebagai penentu sejarah pada zaman ini. Waktu itu terjadi maka garis sejarah kembali berulang, Tuhan kembali memanggil Gerejanya, Tuhan kembali memanggil orang berdosa kembali pulang, melalui berdasarkan pengajaran apa? Firman Tuhan. Dari zaman itulah baru muncul yang namanya tafsiran Alkitab. Tafsiran pertama yang dibuat oleh siapa? Luther. Tafsiran kedua dibuat oleh siapa? Calvin. Calvin bikin tafsiran dari kejadian sampai yudas. Calvin tidak sempat bikin wahyu. Dia gentar untuk bikin wahyu. Pertama kali muncul tafsiran-tafsiran, akhirnya terus sepanjang sejarah orang mulai menafsirkan Alkitab. Kata demi kata yang diselidiki, menjadi suatu kekayaan kelimpahan bagi kita sekarang. Tidak susah baca Alkitab. Mengapa sampai sekarang orang bilang susah baca Alkitab? Karena malas baca sebenarnya. Sebenarnya source sudah terlalu banyak. Sudah terlalu banyak buku-buku yang bisa kita beli. Kalau tidak bisa beli, sudah terlalu banyak source dari internet. Kita tinggal ketik reformed, lalu muncul dari segala macam. Dari westminster pun sudah ada, dan bisa dilihat kotbah-kotbah dari profesor-profesor yang begitu ajaib dari westminster. Itu kita bisa download, tapiyah inilah spiritnya kita, malas. Waktu itu terjadi, seluruh perkembangan jaman ditentukan pada jaman reformasi. Seluruh peradaban jaman ditentukan dari Luther. Maka pak Tong selalu bilang kenapa Genewa menjadi suatu hal yang begitu penting? Karena ada satu prinsip yang ditanamkan.  Spirit apa? Spirit untuk mengejar yang paling sempurna. Pak tong selalu pakai konteks arloji. Arloji yang paling baik dari mana? Dari situ, karena orang-orang pembuangan itu, waktu orang-orang reform mau dibunuh, mereka lari menjadi pekerja-pekerja yang begitu setia, mereka yang kerja begitu taat dan detail sekali, sampai mereka bikin arloji arloji yang luar biasa, bisa sampai tekanan gravitasi, sepuluh gravitasi waktu astronot naik itukan tekanannya lebih dari gravitasi, sepuluh gravitasi. Maka itu tekanan bisa merusak. Satu-satunya jam yang bisa hanya jam buatan mereka. Contoh seperti kita lihat punya jam, ada waterprof dan water resistant. Apa bedanya? Mana yang lebih mahal, jam water resistant sama jam waterprof? Waterproof. Jam yang kaya gitu tidak ada yang sepuluh jutaan. Kalau setiap jam katanya waterproof pasti di atas sepuluh jutaan. Water resistant dia masih resistant terhadap air, dia kena air tapi masi bisa jalan. Sedangkan waterproof, dia kedap, air tidak bisa masuk. Maka jam kita yang biasa ada embun di dalam kan? Itu resistant terhadap air kan?  Water resistant kelemahannya dia hanya bisa nanti dituliskan sekian meter karena tidak mampu menahan tekanannya. Tapi waterproof dia mampu, karena dia kedap. Jadi waktu kita menyelam terus kedalam, dia tidak rusak. Orang-orang yang bekerja seperti itu begitu detail pikir, orang-orang yang dipengaruhi spirit Firman Tuhan. Karena apa? Gereja dipanggil Tuhan untuk menjadi orang-orang khusus. Gereja dipanggil Tuhan untuk menjadi orang-orang yang memikirkan kembali apa maksud Firman Tuhan di dalam sejarah. Waktu kita berdiri pada saat ini disini, waktu kita boleh berada di gereja ini bukanlah suatu hal yang mudah sebenarnya. Mengapa? Waktu Gereja direformasi, waktu Gereja mulai kembali dirikan munculah gereja reform, itulah jaman Calvin. Gereja reform tertua adalah Gereja  Anglican. Tapi sekali lagi, waktu Gereja sudah diletakan di dasar tiang Firman Tuhan yang kuat, Gereja itu Tuhan ijinkan untuk diuji. Satu generasi setelah Calvin masih berdiri, berarti generasi kedua. Generasi ketiga gereja Anglican mulai goyang lagi, tidak lagi ada yang mendirikan, atau meneriakan teguran atas dosa. Tidak ada lagi yang meneriakan injil dengan setia, maka gereja mulai goncang. Anglican kembali kepada konsep roma dulu dengan menjadi gereja yang merasa diri istimewa, elit dan membuat pemisahan lagi. Muncul lagi gereja orang kaya, gereja orang miskin. Akhirnya orang miskin tidak diperhatikan. Lalu akhirnya gereja menjadi dingin karena sibuk pikirkan Firman Tuhan, tetapi tidak ada cinta kasih.

 

Lalu pada tahun 1500-1800 munculah teriakan dari orang-orang yang melihat gereja sudah tertidur. Siapa itu? Wesley bersama Whitefield. Lalu di amerika ada Jonathan Edward. Whitefield dan Wesley adalah orang yang sahabat baik, tapi punya pikiran beda. Wesley seorang armenian, whitefield seoarang reform. Armenian percaya, keselamatan bisa hilang. Ini mulai terjadi pergeseran dari Wesley. Tetapi satu hal yang positif yang Tuhan bangkitkan dari wesley, ada satu hati yang terus mau mengabarkan injil. Ada satu emosi yang mau terus menikmati ibadah. Tapi penyimpangannya adalah Wesley berkata titik penentu seorang itu lahir baru adalah waktu dia rasa. Disini konsep rasa diutamakan. Pergeseran Gereja terjadi disini dalam hal kapan kita lahir baru? Bukan waktu kita rasa melainkan dari pemilihan Allah yang telah menebus kita dalam Kristus Yesus. Waktu kita memiliki kesadaran penting bahwa Yesus satu-satunya Tuhan. Apa tandanya orang lahir baru? Ini teori bisa diteorikan tapi sebenarnya bukan berarti tak bisa didefinisikan di dalam pengertian teori tok. Orang lahir baru berarti apa? Orang sudah mendengar injil, lalu sadar diri berdosa, lalu sadar Yesus Kristus satu-satunya Tuhan dan Juruslamat, dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat. Jika empat fase ini tidak dialami seseorang, tak mungkin dia sudah lahir baru. Orang yang lahir baru adalah orang yang sudah mendengarkan injil, lalu sadar diri berdosa, dan sadar Yesus Kristus satu-satunya Tuhan dan Juruslamat dan mau menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat. Maka Whitefield menegakkan  teologi reform, meneriakkan Injil. Wesley pun meneriakan. Tetapi yang terjadi adalah Wesley akhirnya mendirikan gereja yang baru. Sebenarnya mereka sama-sama berteman dari mahasiswa. Waktu mereka mahasiswa memiliki persekutuan lalu mau menghidupkan kembali. Wesley melihat, harus ditegakkan gereja baru. Penerus wesley akhirnya mendirikan gereja yang dinyatakan sebagai Methodist yang dasar katanya metoda. Ada satu dasar metoda yang harus diterapkan untuk menegakan kembali gereja yang hangat, gereja yang bertumbuh. Singkat cerita setelah methodist berdiri pergeseran sejarah dari 1800 masuk ke 1900. Namun prinsip yang berbahaya dari wesley yang tidak sempat di reedem, yang mengenai rasa itu. Penentu seseorang lahir baru yaitu waktu dia rasa. Lalu beralih ke jaman pentakosta yang memiliki konsep seseorang lahir baru pada saat seseorang rasa Yesus masuk dalam hatinya, jatuh ke dalam rasa lagi. Itu pentakosta 1901. Lalu setelah itu tahun 1970an muncul yang namanya kharismatic movement, yang berkata apa bahwa waktu engkau dipenuhi Roh kudus, lalu engkau tidak sadar diri sedang berkata-kata yang ngaco, kata kata yang tidak bisa engkau mengerti, disitulah seseorang dikatakan seseorang sudah sudah lahir baru. Lahir baru bukan hanya saat menerima Yesus, engkau harus dibabtis di dalam Roh Kudus tapi saat engkau dipenuhi Roh Kudus. Akhirnya pergeseran semakin menyimpang. Tetapi ada satu guideline, satu garis yang tidak pernah berubah. Tuhan terus pelihara, mulai dari jaman Abraham, Musa, Daud, masuk kepada jaman Kristus, masuk kepada jaman rasul, masuk kepada jaman bapak-bapak Gereja, Agustinus, Calvin, sampai kepada jaman ini. Apakah garis yang tidak pernah berubah itu? garis yang menyatakan “back to the Bible”, re-form. Garis itu dijaga Tuhan, disustain Tuhan sepanjang sejarah. Itulah garis yang diteruskan oleh jaman reformasi sampai pada saat ini. Dan garis itu boleh ada di indonesia pada saat ini, di dalam garis gerakan reform injili. Gerakan ini bukanlah suatu gerakan yang main-main. Gerakan inilah gerakan yang terus meneriakan kembali untuk menjaga garis yang Tuhan sudah tegakkan, meneruskan api yang sudah Tuhan tegakan. Ketika gerakan ini tidak ada atau ketika Reform itu tidak ditegakan kembali, kemanakah Gereja? Bukankah gereja tradisional adalah gereja yang dididirkan atas prinsip reform? Gereja suku di seluruh Indonesia seluruhnya itu dari tradisi Luther dan tradisi Calvin. Namun sekarang mengapa mimbar itu tidak lagi memberitakan Firman Allah yang hidup? Karena mereka bergeser dari yang namanya Reform, back to the Bible. Kalau kita sadar seluruhnya karena anugrah, kita sadar sesungguhnya yang karena iman yang ditanamkan Allah kepada kita. Kita sadar bahwa itu hanya di dalam dasar Sola Scriptura, dan di dalam konteks reformator disimpulkan di dalam point ke empat, solus Christus, hanya di dalam kristus, kita menjadi orang-orang yang berbagian diikutkan di dalam bagian ini. Berapa besar anugrah yang sudah kita terima, tidakah kita bersyukur untuk setiap moment Tuhan menjaga sejarah,.  Masakan kita tidak mau kembali memikirkan apa maksud Firman Tuhan di dalam hidup kita? Untuk apakah kita yang hidup dijaman ini? Mengapakah kita harus berjalan pada saat ini? Siapakah kita pada saat ini? Kita adalah Gereja yang dipanggil Tuhan yang didirikan di atas kasih Kristus yang telah menebus kita, yang didirikan di atas pengajaran Firman Tuhan. Satu pihak kita sudah selesai, bahwa kita beriman di atas satu dasar yang teguh, yaitu Yesus Kristus. Tetapi dasar kedua yang harus kita telusuri adalah apa? Firman Tuhan sebagai fondasi hidup kita. Firman Tuhan sebagai dasar hidup kita, masikah kita merenungkannya siang dan malam? Masihkah kita memikirkan apa yang Tuhan kehendaki atas hidup kita? Berapa lama lagi kita menjadi pemuda-pemudi yang membuang waktu. Saya tidak berkata pekerjaan mu tidak penting, pekerjaan mu penting jika didasari oleh Firman Tuhan. Pekerjaanmu penting ketika dasar mu adalah hidup untuk melihat kepada Allah, hidup bertanggung jawab dihadapan Allah. Mari kita mulai memikirkan hari ini, jika jaman itu sudah berlalu, dan Tuhan sudah menyatakan karyanya, jaman ini masih sedang berjalan dan kita berada di dalam nya, apa yang menjadi respon kita? Apa yang menjadi tanggung jawab kita? Masih mau santai? Atau mau mulai pikirkan apa maksud Tuhan dalam hidup kita? Di atas dasar Kristus kita didirikan. Jika kita mulai refleksi kembali, Luther menegakan kasih Kristus sudah ada, apa yang menjadi bagianmu. Maka Luther bersedia meninggalkan seluruh bagiannya di dalam biara. Dibiara itu dia bisa hidup dan dia bisa menikmati seluruh fasilitas yang diberikan. Tapi waktu dia meninggalkan biara, dia menegakan suatu pengertian yang baru, maka gereja harus mengekskomunikasikan dia. Dia keluar dari gereja, dia tidak punya fasilitas, dia tidak bisa makan, dia hanya seorang pastur. Siapa yang memberi makan seorang pastur yang seperti itu? Tidak ada. Tetapi Luther tetap harus hidup ditengah-tengah segala kekurangan, sampai akhirnya Tuhan menggerakan orang untuk mencukukan kehidupannya, lalu dia menikah. Luther memiliki enam orang anak. Satu mati waktu bayi, satu mati waktu umur 6 tahun. Calvin pun demikian. Menikah dengan janda yang begitu cinta Tuhan, lalu punya anak, anak mati. Setelah anak mati, istri mati dan dia seorang sendiri. Dia tidak punya banyak uang, tapi dia punya cinta kasih yang begitu besar kepada orang-orang miskin, dia jual banyak bukunya hanya untuk bisa dukung orang bisa makan. Sedangkan dirinya sendiri bagaimana? Makan hanya satu kali sehari. Terlalu sering dia hanya makan satu hari sekali terlalu sering dia puasa, hanya karena tidak ada uang untuk memenuhi. Dia korbankan seluruhnya untuk mendirikan kampus-kampus untuk mendidik orang, untuk mendirikan Gereja yang memiliki fondasi kepada kebenaran Firman Tuhan.

 

Sekarang apa bagian kita? Apa respon kita? Mengikuti seluruh hal ini dan kita diikutkan di dalam hal ini. Coba pikirkan kembali, berapa banyak pemuda di luar sana yang tidak mengerti berapa banyak pemuda yang pergi ke gereja untuk cari hura-hura? Tidak mau pikirkan yang kaya begini, bosan, muak, menjengkelkan, untuk apa belajar sejarah, untuk apa belajar Firman Tuhan dalam-dalam, pokoknya cinta Tuhan. Bukankah dikatakan gereja berdiri di atas pengajaran rasul dan para nabi? Jika tidak ada itu, tidak mungkin gereja berdiri. Waktu gereja sudah tidak lagi menegakan pengajaran rasul dan nabi, artinya tidak ada lagi kembali kepada reform sebagaimana gereja sudah menjadi gereja yang sudah dibuang Tuhan. Kaki dian berlalu dari situ. Berapa banyak gereja yang seperti itu dijaman ini? Mungkin itu seberang kita, mungkin itu keluarga kita yang pergi kepada gereja-gereja yang tertidur, atau gereja yang terlalu panas di dalam pengertian yang tidak benar. Di mana bebanmu? Mari kita mulai pikirkan apa makna reformasi bagi kita. Mari kita berdoa.

 

Transkrip: SL, JR

Ringkasan ini belum diperiksa oleh pengkotbah

Share :
  • Print
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Twitter